Kisah Semut dan Cicak

Posted by

Dikisahkan ketika Nabi Ibrahim as dilempar hidup - hidup ke kobaran api yang disiapkan oleh Namrud, ada dua ekor binatang yang turut berpihak dan berkontribusi baik terhadap Nabi Ibrahim as maupun kepada Namrud. Kedua binatang tersebut adalah Semut dan se ekor cicak.
Singkat cerita, ketika nabi Ibrahim as dilemparkan kedalam kobaran api se ekor semut kemudian berlari-lari dengan susah payah dan berusaha untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim as dengan membawa butiran air di ujung mulutnya. Perilaku semut kecil tersebut membuat semua binatang menjadi terheran heran dan bertanya - tanya, termasuk seekor burung yang sedang menyaksikannya :
Burung : "Wahai semut kecil, apa yang hendak engkau lakukan di sekitar kobaran api itu?"
Semut : "Aduhai burung yang perkasa , tidak tahukah engkau bahwa aku hendak mau memadamkan api agar Nabi Ibrahim as tidak terbakar!"
Burung : "Wahai semut kecil tidaklah mungkin setetes air yang ada di mulutmu itu mampu memadamkan kobaran api yang sangat cukup besar itu."
Semut : "Memang air ini tidak akan bisa memadamkan api itu, akan tetapi ini kulakukan paling tidak agar semua melihat aku berada di pihak yang mana."
Dari peristiwa itu kemudian , sang semut mengajarkan hikmah kepada manusia setidaknya ada 3 hal dan atau pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya yaitu : 
  1. Berani menunjukkan identitas diri dalam sebuah perjuangan, tidak bersikap munafik di mana perkataan tidak sesuai perbuatan; 
  2. Komitmen membela yang benar, bukan membela yang bayar di mana kebenaran disembunyikan dan kejujuran tak dihargai; dan 
  3. Berani berkorban demi tegaknya kebenaran, sebaliknya ketidakbenaran yang terjadi harus segera dikritik karena pembiaran terhadap ketidakbenaran tersebut lama-kelamaan seakan menjadi sebuah kebenaran. 
Di sisi lain, terdapat se ekor cicak yang pada waktu itu ikut meniup api yang dibuat oleh Namrud agar semakin membesar, Memang tiupan cicak tidak akan bisa membesarkan kobaran api itu, akan tetapi dengan apa yang dilakukan oleh cicak itu semua akan tahu bahwa cicak berada di pihak yang mana. Akibat keberpihakannya ini, cicak dianjurkan untuk dibunuh.
"Dari Sa'ad ibn Abi Waqqash bahwasannya Nabi Muhammad saw memerintahkan untuk membunuh cicak. Dan beliau menamakannya (cicak ini) hewan kecil yang fasik" (HR. Muslim)
"Dahulu ia meniup api yang membakar Nabi Ibrahim as." (HR. Bukhari dari Ummu Syarik)
Pertanyaannya, di manakah keberpihakan kita saat ini ?


Blog, Updated at: 11:47:00 AM

0 comments:

Post a Comment